Rabu, 16 Desember 2015

Bahan Makanan Berbahaya Pemicu Penyakit

Bahan Makanan Berbahaya Pemicu Penyakit


Bahan Makanan Berbahaya Pemicu Penyakit
Bahan Makanan Berbahaya Pemicu Penyakit
Dengan seiring waktu berjalan dunia kuliner kini semakin banyak ketertarikannya, karena para pengolah makanan kini lebih kreatif menciptakan suatu menu makanan dan hampir segala cara dilakukan demi keuntungan. Untuk membuat makanan yang dijualnya menarik, atau agar bertahan lebih lama, bahan kimia dikaitkan dalam cara pembuatannya. Seperti yang kita ketahui bahwa bahan kimia selalu menimbulkan efek samping negatif bagi tubuh. Bahan kimia dalam makanan sering ditemukan pada makanan kemasan yang bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Memakan makanan kemasan adalah cara praktis untuk dapatkan asupan energi jika waktu sedang mepet. Selain itu, makanan kemasan dijadikan sebagai cemilan di kala rehat singkat. Tapi sedikit dari mereka yang tahu apakah kandungannya sehat atau tidak. Ternyata, ada beberapa kandungan bahaya di dalam kemasan, baik dengan kemasan kotak, kaleng, dan plastik. Bahkan, beberapa bahan makanan ini dapat menjadi pemicu beberapa penyakit serius.

Ada banyak kandungan berbahan kimia yang berbahaya untuk tubuh, diantaranya yaitu :
  1. Aspartam
    Bahan ini ada di hampir semua makanan kemasa. Bahan pemanis buatan ini biasanya terdapat dalam minuman bersoda. Penelitian bahan menemukan bahwa aspartam bisa memicu penyakit limfoma, leukimia, dan ginjal.
  2. Perwarna Makanan
    Walaupun dapat membuat makanan terlihat lebih cantik, pewarna makanan buatan yang diizinkan dapat membuat beberapa gangguan kandungan kesehata yang fatal jika dikonsumsi secara terus menerus. Seperti gangguan kandungan kemih, gagal ginjal, kanker tiroid, kerusakan kromosom, dan gangguan mental pada anak-anak. Biru, kuning, merah, dan warna lainnya dalam makanan sunggug menarik mata. Padahal pewarna makanan bisa menyebabkan masalah serius. Warna-warna pada makanan ini dapat menyebabkan penyakit kandung kemih, otak, ginjal, adrenal, dan kanker tiroid.
  3. Sirup Jagung
    Kedengarannya tidak berbahaya, tapi ternyata sirup jagung mengandung fruktosa yang itnggi. Sirup jagung biasanya digunakan untuk pemanis makanan kemasan. Sebagai bahan pemanis alami, produk makanan dan minuman yang menggunakan sirup jagung bisa menyebabkan epidemik obesitas. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung sirup jagung secara terus menerus dapat menyebabkan kecanduan yang setara dengan kokain dan timbulnya penyakit diabetes dan hati.
  4. MSG
    Monosodium glautamat adalah penambah rasa untuk makanan kemasan. Kandungan asamglautamat bebas dan natrium aditif ini dapat mempengaruhi kesehatan otak. Penelitian bahkan mengaitkan MSG sebagai penyebab penyakit Alzheimer dan Parkinson.
  5. Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat
    Dua bahan ini sering digunakan sebagai pengawet makanan. Bahan-bahan ini ini dapat menyebabkan kerusakan tiroid. Bahayanya bahkan akan meningkat jika makanan kemasan ini terkena panas atau cahaya matahari langsung.
  6. Nitrosamin
    Nitrosamin adalah bahan kimia yang digunakan untuk memberi aroma khas sosis, keju, kornet, ham, dan dendeng olahan. Kadang-kadang digunakan pula untuk mempertahankan warna asli daging. Bentuknya seperti garam, berupa kristal atau bongkahan tidak berbau, warnanya agak kekuning-kuningan. Nitrosamin terbukti bersifat karsinogen, menyebabkan kanker dengan mengubah DNA tubuh dan mengganggu proses metabolisme. Karsinogenik juga mengendap dalam paru-paru dan memicu timbulnya kanker.
  7. Rhodamin B
    Rhodamin B berupa serbuk kristal berwarna merah keunguan, dan ketika dilarutkan dalam air akan berubah merah berpendar yang membangkitkan selera. Rhodamin B merupakan bahan pewarna sintetis dalam industri tekstil dan kertas, yang secara ilegal digunakan untuk pewarna makanan. Makana yang menggunakan bahan ini bisa dikenali dari warna merah mencolok yang tidak wajar, banyak terdapat titik-titik warna karena tidak homogen. Biasanya digunakan pada industri kerupuk, terasi, dan makanan kecil untuk anak-anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar